Rab. Apr 1st, 2020

Indometro News

Cyber News Akurat,Faktual dan Realistis

Bantuan Jack Ma untuk Penanganan Corona Tiba di Afrika

2 min read

Beijing,indometronews.com – Sebuah pesawat kargo yang membawa lebih 6 juta unit peralatan medis tiba di ibukota Ethiopia, Addis Abeba, hari Minggu (22/3). Pesawat itu membawa barang bantuan dari miliarder China Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce Alibaba, berupa 5,4 juta masker, 1,08 juta alat tes virus Corona, 40 ribu set pakaian pelindung dan peralatan lain.

Seorang pejabat Ethiopia mengatakan, pesawat itu diberangkatkan dari Guangzhou, China, dan mengangkut barang bantuan yang disumbangkan Yayasan Jack Ma. Minggu lalu, Perdana Menteri Ethiopia Abis Ahmed memohon bantuan untuk negaranya. Jack Ma sudah menyalurkan banyak bantuan untuk penanganan COVID-19 ke Asia, Eropa dan Amerika Selatan.

Angka infeksi di Afrika sejauh ini masih termasuk rendah. Namun banyak negara tidak memiliki kapasitas kesehatan yang memadai. Menurut WHO, saat ini virus Corona sudah menyebar di 43 dari 54 negara Afrika. Sekitar 1400 orang didaftarkan menderita COVID-19, dengan 40 orang meninggal. Namun angka-angka itu diperkirakan meningkat cepat dalam waktu dekat.

Welthungerhilfe: Dampak drastis bagi Afrika

Organisasi bantuan humaniter Jerman Welthungerhilfe memperingatkan, penyebaran COVID-19 akan punya dampak drastis di Afrika. “Dapat dipastikan, bahwa dalam beberapa minggu ke depan kita akan melihat banyak orang meninggal “, kata Ketua Welthungerhilfe Marlehn Thieme kepada media.

Virus itu juga “akan mengancam sumber mata pencarian, dan kemiskinan akan makin meluas akibat dampak ekonomi pandemi ini,” tambahnya. Virus Corona terutama akan meluas dengan cepat di kawasan-kawasan yang tidak punya sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi.

Sekretaris Jenderal Welthungerhilfe Matthias Mogge mengimbau: “Yang dibutuhkan dalam situasi ini adalah kredibilitas politik dan solidaritas dengan masyarakat miskin.”

Tiga minggu lalu, Nigeria melaporkan kasus COVID-19 yang pertama. Sekarang sudah terdaftar 22 kasus. Hari Sabtu (21/3) Nigeria menghentikan semua penerbangan internasional. Negara-negara Afrika menerapkan berbagai kebijakan, dari larangan berkumpul sampai lockdown, atau larangan ke luar rumah tanpa alasan penting.

Rwanda dan Tunisia sudah menerapkan lockdown. Ethiopia Airlines dan South African Airways, dua maskapai penerbangan terbesar di kawasan, mengumumkan pembatalan hampir semua penerbangan internasional.

Hari Minggu (22/3) Mozambik mengumumkan kasus COVID-19 pertama dan membatalkan semua visa pengunjung bagi negara itu. Sekolah diliburkan dan semua acara yang melibatkan lebih dari 50 orang dilarang. Kenya juga mengumumkan larangan berkumpul, namun masih mengijinkan acara kebaktian di gereja, selama disediakan fasilitas untuk mencuci tangan dan kamar kecil.

Sumber : detikNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *