Rab. Apr 1st, 2020

Indometro News

Cyber News Akurat,Faktual dan Realistis

Di Aceh,Toko Emas Dirampok Dan Pemilik Kritis Hingga Dibawa ke Rumah Sakit di Medan

3 min read

Toko Emas Dirampok di Aceh, Pemilik Kritis hingga Dibawa ke Rumah Sakit di Medan

Ratusan warga mengerumuni lokasi peristiwa perampokan terjadi di sebuah Toko Emas di Jalan T Nyak Adam Kamil, Depan Terminal Terpadu Kota Subulussalam, Sabtu (22/2/2020). Serambinews.com/KHALIDIN

 

Indometronews.com – Peristiwa perampokan terjadi di sebuah Toko Emas di Jalan T Nyak Adam Kamil, Depan Terminal Terpadu Kota Subulussalam, Sabtu (22/2/2020).

Dalam peristiwa ini pemilik toko emas mengalami luka serius akibat terkena benda tajam.

Korban harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com (grup Tribun-Medan.com) peristiwa perampokan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Adalah toko emas Permata Bunda yang menjadi lokasi perampokan.

Pemilik toko mengalami luka serius di bagian kepala dan leher.

Belum diketahui berapa jumlah emas yang dirampok maupun jumlah pelaku.

Sejauh ini aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Ratusan masyarakat mengerumuni lokasi perampokan yang berada persis depan terminal Subulussalam.

Sementara di lantai rumah tampak bercak darah korban.

Belum sadarkan diri

Korban yang kini belum sadarkan diri harus dirujuk ke Rumah Sakit di Medan, Sumatera Utara.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono dalam keterangan persnya kepada wartawan di lokasi kejadian menjelaskan berdasarkan informasi peristiwa perampokan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban mengalami luka serius bagian leher, kepala dekat telinga, kepala dan punggung.

Sampai berita ini disusun korban dikabarkan belum sadarkan diri.

”Perampokan, korban mengalami luka serius.

Masih hidup tapi kondisinya kritis dan belum sadarkan diri,” terang Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono.

Kapolres AKBP Qori mengatakan pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian serta pemeriksaan saksi.

Sejauh ini polisi belum dapat menyimpulkan terkait peristiwa tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.

Adapun pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang.

Polisi belum mendapatkan informasi berapa emas yang berhasil dirampok pelaku dari toko yang berada di dekat simpang Cepu Indah Subulussalam itu.

Pasalnya, polisi belum mendapat soal jumlah emas yang ada di lokasi dari keluarga pemilik lantaran masih berada di Rumah Sakit.

Sementara luka yang dialami korban dipastikan akibat senjata tajam.

Lukanya diperkirakan berjumlah empat titik dan serius hingga menyebabkan korban kritis.

Dalam kasus ini polisi terus bekerja untuk mengejar pelaku perampokan.

Kapolres AKBP Qori berharap bantuan dari masyarakat yang memiliki informasi menyangkut peristiwa berdarah ini.

Sementara pelaku perampokan toko emas Permata Bunda di Jalan T Nyak Adam Kamil (depan Terminal Terpadu), Desa Subulusalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam berhasil kabur setelah melukai pemilik toko, Sabtu (22/2/2020).

Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan leher hingga sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Pelaku perampokan diduga lebih dari satu orang dan berhasil menggondol sejumlah emas serta melukai pemilik toko.

“Korbannya satu orang, pemilik tokonya, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit, parah kali pokoknya,” kata salah seorang warga di lokasi kejadian.

Aparat kepolisian resort Subulussalam langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tampak di lokasi kejadian Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono dan sejumlah kasat serta satreskrim.

Sementara di sepanjang jalan dekat lokasi kejadian dikerumuni ratusan masyarakat.

Toko emas Permata Bunda yang berada di depan terminal telah diberi garis polisi.

Namun masyarakat tetap membludak menyesaki depan loksi kejadian.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber korban mengalami luka parah di bagian kepala dan punggung.

Setidaknya ada empat luka bacok akibat senjata tajam di tubuh korban hingga terkapar bersimbah darah.

Korban masih dirawat intensif di RSUD Subulussalam.

Hingga kini belum banyak informasi yang diperoleh dari sumber-sumber di lapangan.

Pasalnya, peristiwa ini minim saksi yang melihat saat kejadian.

Kecuali itu di toko tersebut juga tidak dilengkapi kamera pemantau atau CCTV (Closed Circuit Television).

Belum diketahui berapa jumlah emas yang dirampok maupun jumlah pelaku.

Sejauh ini aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Ratusan masyarakat mengerumuni lokasi perampokan yang berada persis depan terminal Subulussalam.

Sementara di lantai rumah tampak bercak darah korban.

Artikel Ini Di Dapat Dari medan.tribunneqws.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *