Rab. Apr 1st, 2020

Indometro News

Cyber News Akurat,Faktual dan Realistis

Indonesia Dikeluarkan Dari Daftar Negara Berkembang,Airlangga Hartarto:Justru Kita Harus Bangga!

2 min read

Jawaban Lantang Indonesia Dikeluarkan Sebagai Negara Berkembang, Airlangga: Justru Kita Berbangga
Airlangga Hartarto . KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Indometronews.com – Amerika Serikat (AS) lewat Kantor Perwakilan Perdagangan atau United States Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara- negara berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pencabutan status Indonesia sebagai negara berkembang bukanlah masalah.

“Justru kita berbangga,” ujar Airlangga ketika memberi keterangan di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut dia menjabarkan saat ini perekonomian Indonesia berada di posisi ke 15 di tataran negara-negara yang tergabung dalam kelompok G-20.

Selain itu, dari ukuran daya beli kekuatan ekonomi Indonesia berada di posisi ke-7 dibanding negara-negara G-20 lainnya

“Masak mau dianggap berkembang terus. Kita kadang-kadang udah maju tapi enggak mau maju,” ujar Airlangga.

Sebagai catatan, dengan pencabutan status negara berkembang tersebut fasilitas perdagangan yang didapatkan Indonesia dari Amerika Serikat, yaitu Generalized System of Preference (GSP) terancam dicabut.

GSP merupakan kebijakan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, dalam bentuk manfaat pemotongan bea masuk impor.

Namun demikian, Airlangga optimistis masalah GSP bisa diselesaikan oleh kedua negara secara bilateral.

“Kalau biaya ekspor-impor kan ada perjanjian yang sedang diproses. itu bisa diselesaikan secara bilateral. Ya kita kan optimis, sekarang kita punya GSP yang hanya 20 persen,” ujar dia.

Sebagai catatan, pencabutan status negara berkembang terjadi lantaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku jengkel dan merasa negaranya banyak dirugikan lantaran banyak negara yang pura-pura jadi negara berkembang.

Hal itu dilakukan agar mendapatkan perlakuan istimewa dalam beberapa kesepakatan dagang di WTO.

Di tahun lalu, Presiden AS dari Partai Republik ini pernah mengungkapkan kekecewannya pada negara-negara yang ekonominya sudah cukup besar, namun engggan melepaskan statusnya sebagai negara berkembang di WTO.

“WTO itu rusak ketika negara-negara kaya di dunia mengklaim sebagai negara berkembang untuk menghindari aturan-aturan WTO dan mendapat perlakuan khusus. Tak boleh lagi!” ujar Trump dalam akun Twitternya.

Artikel Ini Di Dapat Dari medan.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *