Rab. Apr 1st, 2020

Indometro News

Cyber News Akurat,Faktual dan Realistis

Rp 4 Miliar Tertahan di Bank Mandiri,Plt Dirut PD Pasar Medan Ungkap Kronologi nya Juga Berikut Dengan Alasan Pihak Bank Mandiri

3 min read
Plt Dirut PD Pasar Medan Ungkap Rp 4 Miliar Tertahan di Bank Mandiri, Berikut Alasan Pihak Bank
Aksi Demo Pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan di Jalan Pulau Pinang Nomor1, Kesawan. Tribun Medan/Gita T

Indometronews.com – Plt Direktur Umum (Dirut) PD Pasar Kota Medan Nasib menjelaskan bahwa uang yang ditahan pihak Bank Mandiri senilai Rp 4 miliar untuk penghasilan perusahaan.

Hal ini disampaikan Nasib saat orasi berlangsung di Kantor Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan di Jalan Pulau Pinang, Medan, Senin (24/2/2020).

Ia menyebutkan bahwa uang tersebut dikutip dari para pedagang.

“Pegawai ini mengutip dari pedagang-pedagang lalu disetorkan kepada Bank Mandiri. Dari hasil kutipan itu, itulah dibagi menjadi penghasilan perusahan. Digajilah dari situ, sekarang ini dia tahan,” tuturnya.

Saat ditanya apa alasan Bank Mandiri menahan uang tersebut, Nasib tak ingin menjawabnya.

“Tanya dia (Bank Mandiri) kenapa dia tahan, Itu minimal 4 miliar,” terangnya.

Nasib menjelaskan, pihaknya sudah bertemu kepada pihak Bank Mandiri dan sudah memberikan semua surat yang dibutuhkan.

“Saya sudah menyampaikan kepada pihak Bank, ini SK saya sebagai pelaksana. Sayakan hanya perintah dari Walikota,

Sudah itu saya tanya lagi apa yang bisa melindungi kalian supaya kalian dibayarkan. Lalu kita sudah kirim pernyataan Walikota sebagai pemilik perusahaan. Setelah selesai itu, katanya ada yang kurang pas pak,” jelasnya.

Jawaban Pihak Bank Mandiri

Seperti diketahui, aksi demo menuntut pembayaran gaji yang tersendat akibat polemik pemberhentian 3 Direksi PD Pasar Kota Medan hingga keluarnya Putusan PTUN.

Polemik itu berimbas hingga tertundanya pengucuran gaji para pekerja via Bank Mandiri.

Region operasional Sumatera 1 Bank Mandiri, Sri Hargono saat memberi penjelasan pada awak media, Senin (24/2/2020).
Region operasional Sumatera 1 Bank Mandiri, Sri Hargono saat memberi penjelasan pada awak media, Senin (24/2/2020). (T R I B U N MEDAN/Gita Tarigan)

Bagaimana respons pihak Bank Mandiri ?

Region operasional Sumatera 1 Bank Mandiri, Sri Hargono menjelaskan gaji yang belum dibayarkan tersebut, tertunda lantaran kasus hukum yang berlangsung atas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor Penetapan : 11/G/2020/PTUN.MDN tentang penundaan pemberhentian 3 Direksi PD Pasar Kota Medan.

“Di PD pasar itu sedang terjadi suatu permasalahan yakni pergantian pengurus. Pak Rusdi kan diberhentikan oleh Pemkot, lalu beliau mengajukan tuntutan ke PTUN, Nah hasil dari pengadilan SK pemecatan itu masih ditangguhkan artinya Dirut yang lama menurut hemat kami, masih sebagai Direktur Utama,” katanya.

Ia mengatakan pihak Bank Mandiri menghargai proses hukum. Agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan ke depannya, maka terpaksa menunggak sejumlah gaji PHL ataupun layanan BPJS.

“Kami jadi kayak pelanduk yang di tengah. Kalau misalkan kami bayarkan menggunakan tandatangan direksi yang baru, kita akan dipertanyakan oleh direktur yang lama, legalitas yang ada sekarang itu ya PTUN, kami menghormati itu, sebelumnya kami sudah berupaya agar kedua belah pihak yang bersengketa untuk menempuh jalan damai,” katanya.

Ia mengatakan Bank Mandiri siap mencairkan dana apabila sudah ada keputusan final dari kedua belah pihak siapa yang berhak menandatangani pencairan dana.

“Kami bukannya gak punya belas kasihan, kami secara hati nurani merasa kasian. Cuma kami enggak bisa menghilangkan legal dari pihak hukum, kami minta mereka dengan kepala dingin duduk bersama, jangan sampai yang satu memaksakan membayar, kami dituntut dari sisi yang lain. Nanti teman-teman kami di lapangan yang kesulitan menghadap ini,” katanya.

Terkait janji pencairan dana tanggal 27 Sri mengaku belum bisa memastikan apabila kedua belah pihak belum memiliki kesepakatan.

“Kalau kami cairkan, kami kan bisa dilaporkan pencairan tidak sah, kita upayakan tanggal 27 kalau mereka bisa memberi kesepakatan. Kami juga sudah menyurati Pemkot untuk minta mereka duduk berdua agar mereka minta jalan tengah,” katanya.

Ia menegaskan, Bank Mandiri tidak punya kepentingan apapun dan hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Artikel Ini Di Dapat Dari medan.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *